Sumpah Warga Persatuan


Sumpah Warga Persatuan, diucapkan setiap pembukaan lingkaran latihan dan pada saat upacara malam bulan purnama (Peh Gwee Cap Go). Sumpah diperkenalkan pada siswa didik sebagai pengingat, sebagai barometer perilaku kesehariannya. Sumpah tidak hanya berlaku saat berlatih saja, dan diharapkan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman tentang sumpah warga persatuan tersebut, tentunya disesuaikan pada pribadi masing-masing. Setidaknya perguruan ini tetap menjalankan misinya mendidik manusia yang berbudi pekerti luhur. Peran pelatih menjelaskan kepada siswa didik di usia anak-anak dan remaja menjadi bahan pembelajaran yang tidak teoritis. “Learning by doing” di lantai latihan. Penerapan metode pembelajaran ini bisa lebih dicerna dari apa yang diterima siswa didik di bangku sekolah.

Isi Sumpah Warga Persatuan, yaitu:

  1. Sanggup memelihara kepribadian
  2. Sanggup patuh pada kejujuran
  3. Sanggup mempertinggi prestasi
  4. Sanggup menjaga sopan santun
  5. Sanggup menguasai diri

Pemahaman sumpah warga persatuan, dari saya, yaitu;

  1. Apakah yang dimaksud dengan Kepribadian? Perguruan ini mengajarkan secara tidak langsung kepada muridnya agar memiliki kepribadian yang kuat dan teguh. Di poin ini mengajarkan bagaimana memelihara sikap perilaku kehidupannya. Menjadi pribadi yang bermanfaat di lingkungan sekitar. Menjadi pribadi yang berprinsip, tidak sebagai pengikut tanpa prinsip. Berani mengikuti arus tanpa harus terbawa arus.
  2. Apakah yang dimaksud dengan Kejujuran? Jujur terhadap diri sendiri akan membawa kepribadian untuk berlaku jujur pada orang lain. Kejujuran akan membawa ke arah kemurnian jiwa, jiwa yang bersih. Pikiran terjaga dari sikap dan sifat egois. Di poin ini mengajarkan bagaimana buah kejujuran pada diri sendiri adalah kedamaian.
  3. Apakah yang dimaksud dengan Prestasi? Pembelajaran memotivasi diri untuk terus beradaptasi, daya semangat tidak mudah menyerah. Proses bukanlah hasil. Prestasi tinggi tidak akan diraih jika proses pembelajaran tidak dengan kedisiplinan. Disiplin membawa ke arah positif. Di poin ini mengajarkan bagaimana mendisiplinkan pikiran dan badan pada rutinitas setiap harinya. Tidak mudah memang.
  4. Apakah yang dimaksud dengan Sopan Santun. Pembelajaran perilaku di muka umum. Menjaga cara bertutur kata dan bertingkah laku dalam hidup bermasyarakat. Budaya luhur ini masih tetap dipelihara dan ditularkan dari generasi ke generasi.
  5. Apakah yang dimaksud dengan Menguasai diri? Mengontrol pikiran dari segala keinginan dengan hati yang bening. Sampai sejauh mana penguasaan diri ketika keinginan membelenggu pikiran. Disini ada konflik antara pikiran dan hati. Kepribadian, kejujuran, prestasi dan sikap sopan santun menjadi poin yang dipertaruhkan. Bagaimana bisa menguasai orang lain, jika belum bisa menguasai diri sendiri.

Ketika di titik puncak konflik/ pertentangan saat menimbang dan menganalisa keadaan, tidak perlu bimbang dan ragu. Mengingat kembali dari awal permasalahan, ikuti terus alurnya. Tidak perlu menyalahkan diri sendiri apalagi orang lain.

Kelima butir sumpah tersebut akan tetap hadir dan mengalir pada diri anggota persatuan di perguruan ini, sebagai bekal menjalani kehidupan bermasyarakat. Berdamailah dengan masa lalu anda, berdamailah dengan alam, terus mengingat pada Sang Pencipta. Apa yang akan terjadi, ketika dimulai dari diri kita untuk mengikuti dan menjalani kelima sumpah tersebut? Sehingga menjalar pada lingkungan sekitar kita, masyarakat lebih luas lagi, dan seterusnya. Wallahualam.

Salam Perguruan,

Thanks to Joel Santos at http://www.joelsantos.net, I take your picture from your web. Not for commercial, just for add description for my article. I hope you give me permit for your picture. Thank you very much.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s