Jenuh


jenuh

Simpang jalan

Rasa jenuh dapat hinggap di semua kalangan. Baik pekerja maupun murid sekolah pernah mengalaminya. Kegiatan yang selalu sama dan berulang memang berpotensi membuat kita merasa jemu dan bosan.

Biasanya, orang yang sedang jenuh pada rutinitas hariannya menjadi mudah tersinggung. Tentu saja jika hal ini dibiarkan ia akan mendapat masalah dalam kehidupan sosialnya. Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

Sebagai seorang pesilat, saya juga pernah merasa bosan dan jemu dengan latihan. Maklum, saya harus melakukan gerakan yang sama berulang-ulang selama berjam-jam setiap hari. Apalagi jika saya terpaksa berjumpa dengan gerakan silat yang tak kunjung bisa saya lakukan. Atau ketika tubuh ingin bergerak namun, oleh karena bosan, pikiran selalu membuat banyak alasan dan hasilnya adalah tidak berlatih.

Ketika sampai pada puncak kejenuhan, saya seperti ingin lari dari rutinitas. Namun, saya sadar kalau keadaan ini tidak boleh berlarut-larut. Saya pun terpacu untuk mengatasi masalah tersebut. Saya mulai dengan hal yang paling kuat memenuhi pikiran. Ingin apa? Begitu tanya saya pada diri sendiri.

Pernah suatu kali, untuk mengatasi kebosanan, saya tergoda untuk berkelahi. Lha, wong, berlatih beladiri, kok, nggak pernah berantem? Pucuk dicinta ulam tiba. Kala itu, ada kelompok remaja sedang tawuran. Saya tersenyum melihat mereka berkelahi dengan mengawur. Salah satu dari mereka tiba-tiba menyerang saya yang sedang duduk di jok sepeda motor. Dengan satu tangkisan kecil yang disusul dengan sebuah pukulan, saya buat si penyerang langsung ambruk.

Setelah kejadian tersebut, satu hal melintas dalam pikiran: bukankah itu hasil dari pa hong yang rutin saya lakukan? Lantas, timbul niat kuat untuk giat berlatih dan lenyaplah kejemuan. Saya paham kalau tidak harus seperti itu untuk mengatasi kejenuhan.

Saya menemukan kalau kejemuan timbul karena rutinitas tidak dilakukan dengan sepenuh hati. Kesungguhan dalam melakukan kegiatan rutin justeru membuat saya tidak mudah mengeluh sehingga tidak gampang terseret oleh kebosanan.

Demikianlah cara saya mengatasi kejenuhan yaitu dengan kesungguhan melakukan apa yang menjadi tugas saya setiap hari.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s