Proses Melatih (2)


batuArtikel melatih sebelumnya  mengajak pembaca untuk menelusuri secara garis besar materi dan permasalahan dalam melatih. Selanjutnya pembelajaran dalam melatih membahas tentang banyaknya peserta latihan yang pasti beragam.

Dalam lingkaran latihan, perbedaan fisik, tingkat kelenturan, dan kemauan berlatih berbaur menjadi satu. Dengan adanya standardisasi dapat diperoleh penyeragaman materi gerak dan urutan bagi murid sesuai tingkatan berlatihnya. Namun tak dipungkiri, kalau tetap akan menjumpai murid yang kesulitan mengikuti gerak karena keterbatasannya.

Materi berlatih
Pada awal latihan sangat diwajibkan untuk melakukan pelemasan otot dan sendi badan. Streching atau peregangan gerak statis mengolah tiga bagian besar anggota tubuh, yaitu pundak, pinggang ,dan kaki. Hal ini dilakukan agar otot-otot di badan tidak menjadi kaku sehingga mengurangi resiko cidera pada sendi dan otot.

Tahap selanjutnya dengan melakukan gerakan memukul angin (pa hong), kepretan bangau, tebangan dengan tai ma, tendangan, dan putaran tek kiok dengan penekanan pada posisi tulang punggung yang diusahakan tegak lurus.

Selanjutnya materi jalan pendek, jalan panjang, serta tui cu.

Pelatih dengan masing-masing pengalamannya akan berupaya semaksimal mungkin untuk membantu murid agar dapat mengikuti tahapan yang diberikan. Metode tambahan dari pelatih adalah aspek kenyamanan berlatih bagi murid sehingga tumbuh keberanian dan kepercayaan diri untuk melakukan gerakan.
Misalnya ketika murid tidak berani melakukan gulingan depan. Pelatih dapat memberikan tahap-tahapan dengan mengizinkan murid untuk menempelkan lutut pada kaki depannya agar lebih rendah di lantai atau jika perlu menggunakan matras.

Contoh lainnya lagi, pada saat murid tidak berani melakukan jatuhan samping. Pelatih dapat memberikan tahapan kepada murid dengan jongkok terlebih dahulu dan menyodorkan salah satu kakinya ke depan. Dengan begitu, jatuhnya tidak menjadikan murid merasa jeri untuk melakukan kembali.
Setelah tahapan ini dilalui bisa dikembalikan seperti standard gerak pada umumnya.

Kategori

Melatih grup anak-anak dan remaja tentu berbeda dengan melatih grup yang sudah dewasa. Seorang pelatih dituntut untuk mengerti latar belakang para muridnya. Entah dari usia, pekerjaan, maupun dalam kemauan berlatih.
Perbedaannya jelas akan berpengaruh saat melatih gerak. Anak-anak tidak akan mengerti jika pelatih menerangkan sampai detail gerakan apalagi mengenai aplikasi gerak. Anak-anak lebih tertarik pada keterampilan dan kelenturan. Sementara, remaja akan mencoba-coba dengan aplikasi gerak. Usia dewasa akan lebih berupaya keras berlatih jika merasakan betul manfaat bagi kesehatan dan staminanya.
Akan sangat dinanti oleh pelatih momen menemukan murid yang menyukai olah tubuh dalam konteks beladiri. Jika mendapati murid yang ulet berlatih karena tumbuh dari kemauan diri yang kuat maka pelatih akan memberikan tambahan materi, tantangan, ataupun variasi gerakan sesuai kapasitas muridnya. Ini tidak berarti mengabaikan murid yang lain. Dialog antara murid dan pelatih akan terjadi terus-menerus jika murid melatih gerakan dengan tekun dan ulet hingga mengalami yang disebut proses olah tubuh.

Saat ditanya mengenai gerakan yang sama tapi tak serupa cara menggerakkannya, mana yang benar? Maka jawabannya adalah asal gerakan tidak keluar dari patern yang ada tidak menjadi masalah dan tidak ada yang salah.
Ketika bergerak apakah kita bisa merasakan efektivitas dari gerakan tersebut? Bagaimana akan tahu tentang efektivitas suatu gerakan? Dengan berlatih melalui berbagai cara menggerakkan anggota badan.
Efektivitas timbul bukan karena analisa gerak melainkan badan sendiri yang akan memberikan signal. Ini nanti akan menuju ke arah simpul-simpul tenaga. Apakah tenaga bisa dipikirkan? Tentu saja tidak.

Satu hal di perguruan yang saya refleksikan sampai saat ini adalah mengapa gulingan dan jatuhan dijadikan sebagai awal pembentukan dinamika gerak? Seandainya ada tim khusus yang dapat mengeksplorasi gulingan dan jatuhan dalam konteks untuk membuat “research dan development” ditinjau dari sains. Siapa yang harus memulai?

“Tetap berlatih walau ruang dan waktu sempit.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s