Proses Melatih


Proses  MELATIH

Akhirnya waktupun tiba, saat untuk memegang grup latihan. Tahun 1995 di regu A Kebon Jukut grup silat remaja dan dewasa, di tahun pertama tidak tahu metode apa yang harus diterapkan. Padahal banyak anggota (murid) yang gerakannya lebih banyak, yang terpikirkan hanya latihan dan latihan. Hanya meneruskan metode kepelatihan dari pelatih sebelumnya. Gerak dan gerak, dari latihan melatih akan didapatkan teori tidak langsung mengenai metode pembelajaran.
Hingga mendapatkan poin bahwa saat melatih justru saat untuk berlatih diri. Banyak yang didapatkan secara tehnis latihan; feeling, timing, posisi (walau masih dalam sisi personal tentang pemahaman tsb).
Banyak atau sedikit murid sebelumnya tidak dihiraukan, yang penting melatih sesuai standarisasi gerak yang sudah ditentukan.  Dan murid yang berlatih tidak lebih dari 10 orang, dan itupun murid juga jarang untuk mengikuti ujian kenaikan tingkat. Hingga 2 tahun berselang, terbersit keinginan merubah metode melatih. Terus harus dimulai dari mana??? Saat itu jalan seperti buntu, gelap. Kembali lagi berlatih, berlatih dan berlatih diri, menempa diri.  Dan waktupun terus bergulir, dari latihan rutin baik sendiri maupun bersama dengan yang lain.
Tidak ada metode pembelajaran tentang bagaimana melatih bagi assisten pelatih. Sedangkan murid semakin surut dan surut, hingga yang berlatih hanya 3 orang. Jika bertambahnya murid secara periodik, turun-naik seperti lift di mall. Hingga regulasi pelatih di adakan. Berpindah memegang latihan regu C anak-anak. Walaupun begitu proses pencarian tetap berjalan. tidak hanya dari sisi tehnis, tetapi sisi psikologis anak didik dan hubungan dengan orangtua pun menjadi suatu pertimbangan dalam melatih.
5 tahun berselang, di tahun 2003 dimulailah perubahan setidaknya di TC Kebon Jukut Bogor, tidak perlu pengurus menyelenggarakan promo secara langsung untuk penerimaan murid latihan baru. Even Cap Go Meh yang diadakan setiap tahunnya di acara tanggal ke-15 Imlek itu menjadi cara yang efektif. Show force melalui Kie Lin dan atraksi keterampilan silat di jalan raya menjadi ajang explorasi anggota untuk mengenalkan silat melalui budaya. Dan Kie Lin yang menjadi ikon di masyarakat Bogor khususnya, yang selalu dinanti saat prosesi arak-arakan ritual cap go meh tersebut.
Dan memang, keberadaan Kie Lin menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat umum di samping silat.
Yang masih menjadi wacana sampai saat ini, apakah sisi kepelatihan juga ada hubungannya dengan sisi sosial masyarakat. Sisi ekonomi dari orangtua anak didik? Kehidupan di sosial masyarakat di perkotaan dan pedesaan membawa dampak secara tidak langsung terhadap siswa latihan. Tingkat kehidupan sosial yang diatas rata-rata bahkan yang ++ sangat berbeda dengan tingkat kehidupan yang standard pas-pasan. Tahun 2010, dimulai membuka diri dengan metode baru, bagaimana menyikapi latar belakang dan motivasi siswa berlatih secara personal, keinginan untuk memahami keberadaan sosial keluarga siswa. Selama 3 tahun berjalan membawa kestabilan dan bertambahnya siswa latihan anak-anak di Regu C TC Kebon Jukut.
Keberadaan pelatihan anak-anak membawa nuansa baru dengan hiruk pikuk suasana di setiap jadwal latihan. Di tahun 2012-2013, dimulai dengan sistem gerak standard baru peringkat, siswa berlatih mencapai 35 anak dengan rata-rata usia 9-12 tahun dan di regu D rata-rata usia 5-8 tahun mencapai 15 anak. Cukup rumit menata ruang gerak anak-anak di lantai 6×8 m dengan berbagai tingkat sabuk.

Membawa siswa nyaman dan aman selama berlatih, dirasa sangat perlu diterapkan dalam sistem latihan. Sistim saring siswa terjadi begitu saja, tanpa bermaksud membedakan siswa, tapi hanya membagi dari tingkat keseriusan berlatih, sehingga silat itu sendiri tidak sebatas ‘olah raga’ bagi siswa didik, atau bahkan sebagai pengisi waktu. Dengan memberikan ruang bagi siswa agar senang hati mengikuti pelatihan demo gerak silat untuk organisasi dan perguruan yang nantinya semoga dapat terus dibina dan diestafetkan. Sebagai penerus bagi pendahulunya.

Salam Perguruan,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s