Gerak Jalan Panjang


Di perguruan PGB Bangau Putih terdapat banyak macam gerak jalan panjang. Salah satunya dari kategori atau pengelompokan unsur lima elemen (Ngo Heng), dari gerak binatang antara lain:

    Gerak bangau berunsur air
    Gerak ular berunsur tanah
    Gerak monyet berunsur logam
    Gerak macan berunsur kayu
    Gerak naga berunsur api

Setiap manusia memiliki karakter yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Karakter yang dimiliki seseorang sangat berpengaruh pada perilaku yang dilakukannya. Karakter seseorang sudah tertanam sejak kecil, dan karakter itulah sebenarnya yang sangat membedakan perilaku manusia sejak kanak-kanak. Lingkungan tidak bisa merubah karakter mereka secara total, tapi lingkungan hanya akan  menambah dan melengkapi. Lingkungan yang baik akan menjadi penyeimbang unsur-unsur negatif dalam diri karakter seseorang jika seseorang tersebut juga mau berubah.

Jalan panjang tidak menyentuh karakter seseorang. Tidak bisa dikatakan karena siswa punya gerakan ular, kerbau, monyet atau lainnya terus karakternya akan seperti binatang. Benar juga yaa…, bayangkan saja kalau gerakan tersebut dicipta dengan tujuan untuk merubah karakter seseorang, bagaimana kalau mempunyai banyak jurus? Sedangkan karakter seseorang hanya satu macam, ataukah dibenarkan seseorang berkarakter ganda? Dualisme?

Apakah ada gerakan selain unsur 5 elemen atau karateristik binatang? Tentu saja ada. Jalan panjang dari tumbuhan, dewa-dewi, senjata, lo han, unsur yin dll. Bagaimana dengan filosofi gerak? Secara spesifik falsafah gerak dapat ditelusuri dari penamaan gerak jalan panjang tersebut. “Filosofi gerak bukan untuk dibesar-besarkan (diperdebatkan) dan bukan untuk dijabarkan secara intelektual, tapi harus dilatih dan dihayati. Kata-kata dalam gerakan hanya 1/4 dari keseluruhan.” (“Warta Bangau no.4, agust 2004”).

Kewajiban sebagai seorang murid yang berguru dan berlatih di perguruan ini, setidaknya dapat menjaga keilmuan yang telah diterima, syukur-syukur dapat memulangkan ilmu tersebut pada alam melwati masyarakat dan kebudayaan. Dengan tetap melatih diri sendiripun akan tetap berguna bagi dirinya, apalagi dengan mengajak saudara seperguruan untuk berlatih bersama?

……Di lingkaran kami berpandangan
……Di lingkaran kami mengucapkan
……Aku Cinta Pada Mu !!!

Salam perguruan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s