Archive for the ‘Aktifitas’ Category


 

Ketika kita membicarakan tentang manusia, tidak akan terlepas dari pembahasan badan, hati dan pikiran. Manusia akan merasa bahagia jika terdapat keseimbangan dari tiga unsur tersebut. Penjelasan secara sederhana sebagai berikut:

 

  • Aktivitas adalah hasta/badan
  • Motivasi adalah karsa/keinginan yang datang dari pikiran
  • Tanggung jawab adalah rasa/hati.

 

Beraktivitas yang kurang diimbangi dengan karsa dan rasa atau motivasi dan tanggung jawab, cepat atau lambat akan membentur hasta atau badan. Akibatnya, seseorang akan merasa capek, bosan, jenuh. Ketika rasa tersebut dihubungkan dengan pikiran yang bimbang tidak bertujuan, maka hati mulai goyah. Motivasi menurun dan tanggung jawab terabaikan.

 

Sebaliknya, jika kita mengenali bahwa rasa bosan dan jenuh adalah wajar dan akan selalu ada, maka rasa ini dapat menjadi deteksi kesehatan dan pemicu prestasi yang baik. Artinya, ketika kita bosan, jenuh atau capek, harus kita sikapi dengan pertanyaan: apakah kita terlalu keras bekerja? Apakah kita kurang olahraga? Apakah pola makan dan pola hidup tidak seimbang? Atau kita kurang kreatif? Dan pertanyaan lain kepada diri kita yang akan memunculkan jawaban-jawaban positif. Selanjutnya, laksanakan hasil tanya-jawab dengan diri kita tersebut sehingga kita tetap beraktivitas. Inilah yang dimaksud menjadikan bosan dan jenuh sebagai teman aktivitas kita. Jadi, pendekatan ini merupakan pengenalan kelemahan diri untuk dijadikan kekuatan dalam hidup kita.

 

Dalam ilmu EQ (Emotional Quotient) dikatakan antara lain, seseorang ber-EQ cerdas harus dapat cepat bangkit dari kegagalan dan bersemangat kembali. Tujuannya adalah agar kita pantang menyerah, menerima kegagalan untuk menghadapi tantangan kehidupan, mampu merubah situasi bencana menjadi keberuntungan, menjadi manusia yang semakin baik. Kesemuanya itu merupakan satu pola : berpikir positif.

 

Membangkitkan pikiran positif

 

Ada sepotong cerita: sebuah perusahaan sepatu mengirim seorang sales A ke sebuah pulau. Ketika A tiba, betapa terkejutnya ia mendapati pulau itu dihuni oleh penduduk yang tidak berbaju layak apalagi sepatu! Pulanglah ia dengan lunglai dan mengatakan pada atasannya: “Tidak ada yang dapat saya lakukan, boss. Semua orang tidak pakai sepatu.” Lalu diutuslah sales B. Setiba B di pulau tersebut, dengan bersemangat ia mengatakan: “Ini dia peluang besar! Semua orang tidak bersepatu!”

 

Berpikir positif tidak sama dengan terlalu banyak berpikir secara untung rugi. Berpikir positif juga bukan untuk menuntut sebuah harapan tinggi. Tapi berpikir positif adalah pekerjaan hati. Bersedia dengan tulus melakukan yang terbaik dalam segala hal. Berpikir positif muncul dari tenaga positif, yang akan terkait kembali pada pola hidup setiap orang. Setiap kita mempunyai pola yang berbeda, untuk tujuan yang berbeda dan setiap orang akan menemukan jalan hidupnya.

 

Cerita lain: tiga orang tukang bangunan sedang bekerja. Ketika ditanya, “Sedang apa, Pak?”, Tukang A berkata: “Bekerja.” Tukang B menjawab: “Menyusun bata.” Jawaban tukang C adalah: “Saya sedang membangun sebuah kastil yang indah.”

 

Kira-kira, bagaimana dengan Anda?

 

 

 

 

positif

 

Belajar kepada alam

 

Pernahkah Anda memikirkan: mengapa ada pohon buah yang selalu berbuah lebat, tetapi ada juga yang hanya rimbun daun saja? Jawabnya adalah: pohon yang berbuah adalah pohon yang sanggup menjadikan kebosanan dan kejenuhan sebagai teman. Pohon yang tidak berbuah adalah pohon yang membiarkan kebosanan dan kejenuhan menggerogoti tanggung jawab kodratnya.

 

Coba bayangkan: pohon dapat bergerak, tumbuh tapi tidak berpindah. Setiap hari diterpa angin, hujan, panas atau terkadang gangguan manusia. Sebagai mahluk hidup, pohon juga merasakan kebosanan. Ketika pohon merasakan kebosanannya, ia akan memunculkan bunga untuk menyetop siklus rutin perkembangan batang dan daunnya. Jika pohon dapat mempertahankan siklus ini, bunga akan menjadi buah. Pohon akan memunculkan kehidupan baru setelah buah dipetik.

 

Sebaliknya, pohon yang masa bodoh dengan siklus rutinnya akan terus memperbesar batang dan menumbuhkan daun, lupa berbuah.

 

Bagaimana dengan pohon yang tidak berbuah? Ketika pohon merasakan kejenuhan dan akan memutus siklus rutinnya, pohon akan meranggas atau mematahkan dirinya. Kemudian muncul kehidupan baru.

 

Karena itu, belajar kepada alam, melakukan pembaruan diri berkesinambungan. Kenali kebosanan kita dan jadikan sebagai pemicu semangat untuk membuat hidup menjadi lebih baik.

 

(dikutip dari buletin wartabangau 2003, catatan tema perayaan bulan purnama tahun 2003)

 

Advertisements

Sepenggal catatan

Posted: March 26, 2016 in Aktifitas

KATA² BIJAK PENYEJUK HATI

1► Jika kita memelihara ‘Kebencian Dendam’, maka seluruh ‘Waktu & Pikiran’ yang kita miliki akan Habis begitu saja dan kita tidak akan pernah menjadi ‘Orang Yang Produktif’…

2► Kekurangan Orang Lain adalah ‘Ladang Pahala’ bagi Kita untuk :
» Memaafkannya,
» Mendoakannya,
» Memperbaikinya,
» dan Menjaga Aibnya.

3► Bukan ‘Gelar & Jabatan’ yang menjadikan ‘Orang Menjadi Mulia’.

Jika kualitas pribadi kita Buruk…
Semua itu hanyalah ‘Topeng Tanpa Wajah’….

4► Ciri Seorang ‘Pemimpin yang Baik’ akan tampak dari :
~ Kematangan Pribadi,
~ Buah Karya,
~ Integrasi antara ‘Kata & Perbuatan’ nya…

5► Jika kita belum bisa ‘Membagikan Harta’ atau membagikan kekayaan, maka bagikanlah ‘Contoh Kebaikan’
karena hal itu akan ‘Menjadi Tauladan’…

6► Jangan pernah menyuruh Orang lain untuk Berbuat Baik,
‘Sebelum menyuruh Diri Sendiri’, Awali segala sesuatunya untuk kebaikan dari ‘Diri Kita Sendiri’…

7► Pastikan kita sudah ‘Beramal’ hari ini, baik dengan :
~ Materi
~  Ilmu
~  Tenaga
~  minimal dengan ‘Senyuman yang Tulus’…

8► Para Pembohong akan ‘Dipenjara oleh Kebohongannya’
sendiri…
Orang yang Jujur akan ‘Menikmati Kemerdekaan’ dalam Hidupnya…

9► Bila memiliki ‘Banyak Harta’, maka kita lah yang akan ‘Menjaga Harta’,

Namun jika kita memiliki ‘Banyak Ilmu’, maka Ilmu lah yang akan ‘Menjaga kita’…

10► Bila ‘Hati kita Bersih’, tak ada
waktu untuk :
~ Berpikir Licik,
~ Curang,
~ atau Dengki  terhadap Orang lain.

11► Bekerja Keras adalah ‘Bagian Dari Fisik’, Bekerja Cerdas merupakan ‘Bagian Dari Otak’, sedangkan Bekerja Ikhlas adalah ‘Bagian Dari Hati’…

12► Jadikanlah setiap ‘Kritik’ bahkan ‘Penghinaan’ yang kita terima sebagai ‘Jalan Untuk Memperbaiki Diri’…

13► Kita tidak pernah tahu Kapan
‘Kematian’ akan menjemput kita, tapi yang kita tahu Persis adalah ‘Seberapa Banyak Bekal’ yang kita miliki untuk ‘MenghadapNya’…

Salam

(more…)

Berlatih Keterampilan

Posted: August 27, 2014 in Aktifitas

Salah satu metode pelatihan di PGB Bangau Putih adalah pelatihan ‘keterampilan’ yang diperkenalkan pada anggotanya pada awal tiap sesi latihan. Misalnya gulingan depan, gulingan samping, dan gulingan belakang. Mengapa harus dipelajari? Karena hal ini penting dari sisi kesehatan, silahkan lihat detail tentang badan kita, baik mengenai kesehatan tulang, otot, dan saraf. Dari bagian tersebut masih terbagi atas berbagai macam jenis dan fungsinya. Namun pada kesempatan ini tentunya saya tidak mungkin menulis secara rinci baik mengenai tulang, otot maupun saraf. Sudah pasti di sisi ilmu kesehatan (baca: kedokteran) akan lebih terperinci dan lebih dipercaya sumbernya. (Maklum saya tidak belajar khusus tentang anatomi tubuh).

Kita kembali ke sisi gerak. Secara individu pelaku olah gerak di PGB Bangau Putih akan mengalami sekaligus beradaptasi dengan berbagai macam olah gerak keterampilan yang ada. Untuk itu, seorang pelaku gerak sebelum memasuki latihan pada tingkat apa pun pasti akan diperkenalkan dan sekaligus mengalami jenis-jenis jatuhan, gulingan, dan lainnya. Pada tahap latihan keterampilan ini, ketika murid berlatih disarankan untuk tidak bercanda atau main-main. Pelaku harus menyadari jika berlatih jatuhan juga harus belajar (berani) jatuh, atau jika berlatih gulingan juga tentu saja harus dengan berguling bukan membanting diri. Berolah gerak dengan penyadaran tersebut, pada tahap awal, akan membantu pelaku untuk belajar mengaktualisasikan diri, demi pencapaian kualitas olah gerak badannya dan supaya terhindar dari cedera. Hal ini disebabkan karena bagaimana pun sisi pelatihan keterampilan akan membentuk murid secara fisik dan stamina menjadi lebih kuat dibanding dengan murid yang jarang melakukan olah gerak keterampilan. Setelah melalui tahap mengenal selanjutnya adalah tahap pengolahan.

OLAH TUBUH

Jika kita simak maka bagian-bagian tubuh terbagi atas 3 bagian besar yaitu kepala, badan, dan kaki. Metode pelatihan keterampilan gulingan depan diperuntukkan mengolah badan bagian belakang. Kenapa begitu? Dengan sikap berguling seperti layaknya sebuah bola maka punggung akan berguling dan dengan sendirinya akan bersinggungan langsung dengan lantai latihan. Apalagi di bagian punggung terdapat susunan saraf tulang belakang sebagai sumber saraf bagi badan manusia. Gerak keterampilan pastinya juga berhubungan dengan sisi kesehatan. Secara logika, badan yang terolah dengan badan yang tidak diolah akan berbeda tingkat kesehatannya.

Seorang murid setelah mendapatkan sebuah gerak keterampilan dapat juga melatih sendiri gerak tersebut. Dengan lebih sering melatih akan mendapatkan irama gerak tubuh secara nyata sehingga tanpa disadari akan timbul gerak refleks pada tubuh. Semisal melatih gulingan depan atau yang sekarang lebih akrab disebut gerak jalan pendek ‘macan tutul berguling’. Pada tahap pengolahan, bagaimana tubuh sampai pada tahap melupakan pikiran untuk tiap anggota badannya ketika akan bergerak. Di saat pikiran menginginkan gerak tersebut (gulingan depan) secara spontan badan akan merefleksikan diri pada tangan, kepala, bahu, punggung dan kaki; dan semua itu akan diperoleh pada saat melatih gerak yang berulang-ulang.

Apakah gerak tersebut dapat membantu seseorang saat mengalami sakit tertentu?

Dengan melakukan olah tubuh seseorang dapat mengenal badannya sendiri, mendiagnosa badannya bahkan menyembuhkan keluhan badaniah tanpa obat-obatan. Atau setidaknya, olah tubuh yang dijalani dapat menjadi sikap sedia payung sebelum hujan; menjaga sebelum mengobati.

Hampir semua pelaku gerak di perguruan mengalami mual-mual dan pusing setelah berlatih gulingan depan. Mengapa demikian? Wajar saja, tubuh yang seakan-akan diaduk berulang-ulang akan menimbulkan kontraksi pada bagian perut. Hal ini akan lebih cepat terjadi jika pelaku jarang berolahraga atau terlalu banyak racun di dalam tubuhnya. Maklum,perut sering kita anggap sebagai ‘gudang sampah’ karena semua makanan yang kita pilih tertelan dan tertampung di lambung. Namun, seringnya berlatih akan berangsur-angsur memperbaiki sistem metabolisme di badan kita.

 

Mengenai pertanyaan apakah bisa membantu ketika ada keluhan penyakit tertentu, bisa dikatakan ya. Sebut saja salah satunya tekanan darah tinggi. Tentu saja ini memerlukan proses. Olah tubuh tidak mengajarkan perilaku bersikap dan berpikir instan. Dengan bergulingnya badan ke depan akan mengolah peredaran darah belakang sehingga meningkatkan penyerapan kadar oksigen ke otak. Sementara di bagian punggung akan serasa dipijit sehingga dapat memperlancar peredaran darah dan menyehatkan fungsi syaraf-syaraf.  Jika di punggung terdapat sumber syaraf, seperti kawat-kawat elektrik yang mengangkut informasi dari otak ke seluruh tubuh dan sebaliknya, sehingga terdistribusi ke seluruh tubuh. Ini saya cuplikan dari artikel kedokteran di ranah maya http://totalkesehatananda.com .

 

  • Syaraf-syaraf Motor (efferent) mengangkut informasi dari otak keluar ke tubuh. Ini mengizinkan otak untuk mengirim perintah-perintah ke berbagai organ-organ tubuh. Contohnya, perintah-perintah ini dikirim ke otot-otot menyebabkan mereka untuk berkontraksi dan bergerak, atau mengirim informasi ke jantung untuk berdenyut lebih cepat atau lebih perlahan.

 

  • Syaraf-syaraf Sensory (afferent) mengirim informasi dari tubuh balik ke otak untuk pemrosesan, termasuk informasi tentang nyeri, sentuhan, rasa, temperatur, atau sensasi-sensasi lain.

 

Informasi berjalan sepanjang syaraf dengan sinyal electrochemical, banyak seperti informasi yang berjalan sepanjang kawat elektrik. Ketika syaraf terjepit, sinyal terputus di suatu tempat sepanjang jalurnya.

 

Nah….., apakah kita ingin mengalami syaraf kejepit? Semoga tidak.

 

“Tetap berlatih walau ruang dan waktu sempit” (An)

Kie Lin PGB

Posted: July 26, 2013 in Aktifitas

Kie Lin adalah utusan untuk menyampaikan pesan—pesan kepada manusia sebagai pelaku kebudayaan. Karena pesan ditujukan untuk manusia sebagai pelaku kebudayaan, maka pesan ini juga disampaikan melalui alam dan kebudayaan.

Soal keseimbangan bersifat mutlak pada alam. Unsur  positif dan negatif menyeimbangkan diri dengan sendirinya pada alam.  Keseimbangan ini acapkali terganggu, karena keserakahan manusia. Bio-ritme kehidupan tidak berjalan dengan semestinya. Pada situasi seperti ini, alam segera akan melakukan proses pencarian keseimbangan baru, dengan caranya sendiri. Di situlah sering muncul fenomena-fenomena yang tak dipahami manusia.

Pola pikir manusia yang bersama gerak kebudayaan terlanjur ruwet, kadang sulit memahami dinamika yang sifatnya sederhana itu—yakni dinamika keseimbangan alam. Manusia makin jauh dari sesuatu yang sifatnya sederhana. Manusia makin jauh dari sifat apa adanya: menjadikan hidup sebagai pembelajaran mengurangi kesalahan.

Padahal, sebenarnya pada kemurnian jiwa yang terolah, terdapat kemungkinan untuk bisa menangkap tanda-tanda yang dikirimkan oleh alam secara lebih cepat. Lalu, dengan cepat dan sigap pula memaknai, menyikapi, serta menjalani, bagaimana kehidupan harus diselenggarakan.

Lima energi emosi positif dan negatif:

  • senang >< sedih
  • cinta >< benci
  • tentram >< marah
  • takut >< ketakutan
  • waspada >< gelisah

Seni gerak Kie Lin adalah  salah satu bentuk ekspresi olah gerak dari daya olah pikir, olah rasa, dan olah semangat dalam berlatih silat.

Tambur sebagai daya penggempur indera melalui getaran; irama dan tempo yang dimainkan menjadi daya penyemangat bagi gerak Kie Lin.

http://ecoartmagazine.com/kie-lin/

This slideshow requires JavaScript.

Posted by antosilat from WordPress for BlackBerry.


Empat Dewa Simbol

mitologi kilinKeberuntungan Tiongkok kuno menganggap qilin, phoenix, kura-kura dan naga adalah binatang yang memiliki sifat dewa. Maka mereka disebut “empat dewa”, merupakan simbol keberuntungan. Sebenarnya, kecuali kura-kura, ketiga macam binatang di atas adalah binatang dalam legenda, adalah ciptaan dari imajinasi manusia belaka. Qilin (kirin) bertubuh rusa, tubuhnya diselubungi oleh zirah, kepalanya tumbuh tanduk panjang, di atas tanduknya ada gumpalan daging. Kakinya seperti kaki kuda, ekornya seperti ekor sapi. Qilin dianggap sebagai makhluk yang memiliki sifat moral baik. Raja-raja selalu menganggapnya sebagai lambang kedamaian dan kemakmuran. Di istana dan taman Yihe di Beijing, qilin selalu dapat dijumpai. Ia ada di ukiran tembaga, juga di ukiran batu. Di kalangan rakyat, qilin juga sangat penting. Waktu perayaan tahun baru, daerah Jiangnan sering kali membawa qilin dari kertas, beratraksi di depan pintu rumah-rumah, menyampaikan ucapan selamat. Selain itu, di Tiongkok masih ada legenda “qilin mengirim anak”. Rakyat menganggap qilin sebagai simbol anak yang menjanjikan; di lain pihak juga mengekspresikan harapan dan doa agar anak laki-laki segera lahir, dan keluarga berjaya.

phoenixPhoenix memiliki jambul yang indah, tubuhnya berwarna-warni. Ia adalah gabungan dari berbagai karakteristik burung. Phoenix di dalam legenda Tiongkok dianggap sebagai “raja para burung”, melambangkan keberuntungan, kedamaian serta kebersihan pemerintahan. Phoenix dan naga memiliki kesamaan, dianggap oleh raja-raja sebagai simbol kekuasaan dan martabat. Mahkota phoenix, kereta phoenix dan lain-lain adalah contoh benda yang berhubungan dengan phoenix. Benda-benda itu hanya boleh dipergunakan oleh keluarga kerajaan dan orang-orang suci. Namun belakangan, phoenix juga menjadi binatang keberuntungan di kalangan rakyat. Terlebih di dalam pernikahan tradisional Tiongkok, phoenix menjadi hiasan pada pakaian dan kepala mempelai wanita, melambangkan keberuntungan dan kebahagiaan. Di dalam desain tradisional, phoenix juga digunakan secara luas, melambangkan kemakmuran dan kedamaian. Phoenix juga sering kali digabungkan dengan binatang simbol keberuntungan lainnya, misalkan “phoenix dan naga”, “phoenix dan qilin”, dan sebagainya.

kura-kuraKura-kura di dalam empat dewa ini adalah satu-satunya binatang yang benar-benar ada. Ia juga adalah binatang yang berumur paling panjang. Masyarakat tidak hanya menganggap kura-kura sebagai lambang kesehatan dan umur panjang, kura-kura juga dianggap memiliki kemampuan meramal masa depan.Di zaman kuno, sebelum menyelenggarakan sebuah acara, ahli-ahli nujum harus membakar tempurung kura-kura, lalu berdasarkan pola di atas tempurung itu melakukan peramalan. Sehingga rakyat menyebut kura-kura sebagai “dewa kura-kura”. Dewa kura-kura pernah menerima penghormatan yang sangat besar di dalam sejarah Tiongkok. Di dalam istana raja, kediaman raja, semuanya memiliki ukiran kura-kura pada batu atau tembaga, sebagai lambang kemakmuran dan kelanggengan negara.

chinese_dragonNaga dianggap sebagai binatang paling agung di Tiongkok, juga lambang keberuntungan paling agung. Orang sangat akrab dengan citra naga, namun tidak seorang pun pernah bertemu dengan naga. Naga dan phoenix, juga qilin, adalah binatang hasil imajinasi manusia. Naga memiliki kepala sapi, tanduk rusa, mata udang, cakar rajawali, badan ular, ekor singa, di seluruh tubuhnya juga dipenuhi oleh sisik zirah, merupakan hasil gabungan dari beberapa binatang. Di dalam bayangan manusia, naga dapat berjalan di darat, dapat berenang di air, juga dapat terbang, memiliki kesaktian yang sangat tinggi. Ribuan tahun, dinasti feodal selalu menganggap naga sebagai lambang kekuasaan dan martabat. Masyarakat biasa juga menganggapnya sebagai lambang moral yang baik serta kekuatan. Maka di Tiongkok di mana-mana kita dapat menemukan gambar naga. Di istana, kuil, perabotan istana, semuanya terukir naga; masyarakat di dalam memperingati hari tertentu, juga menempelkan gambar naga, menari lampion naga, berlomba perahu naga; memberi nama anak juga banyak menggunakan huruf naga. Naga adalah binatang keberuntungan paling agung di antara “empat dewa”, ia telah menjadi lambang dari orang Tionghoa. Orang Tionghoa di seluruh dunia menganggap diri sebagai “keturunan naga”
(Kutipan dari berbagai sumber)