Sumpah Warga Persatuan

Posted: February 14, 2018 in Umum
Tags: , , ,

Pojok Refleksi

Sumpah Warga Persatuan bagi keluarga besar perguruan silat Persatuan Gerak Badan (PGB) Bangau Putih sangat akrab dalam praktiknya. Perguruan yang telah melalui laku budaya dalam kurun waktu 65 tahun ini melalui para pelatihnya selalu memberikan pembelajaran secara verbal disetiap memulai di lingkaran latihan, dengan pembacaan sumpah. Menurut Wikipedia.org, kearifan lokal merupakan bagian dari budaya suatu masyarakat yang tidak dapat dipisahkan dari bahasa masyarakat itu sendiri. Kearifan lokal (local wisdom) biasanya diwariskan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi melalui cerita dari mulut ke mulut.

Sumpah Warga Persatuan, diucapkan setiap pembukaan lingkaran latihan dan pada saat upacara ritual perguruan yakni malam bulan purnama (Peh Gwee Cap Go). Sumpah diperkenalkan pada anggotanya sebagai motivasi, sebagai pengingat berperilaku dalam kesehariannya. Sumpah tidak hanya berlaku saat berlatih saja, diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman tentang sumpah warga persatuan tersebut, tentunya dikembalikan pada pribadi masing-masing anggota. Perguruan PGB Bangau Putih tetap menjalankan misinya mendidik manusia yang berbudi pekerti luhur.
Adapun Sumpah Warga Persatuan, yang dimaksud adalah:

1. Sanggup memelihara kepribadian
2. Sanggup patuh pada kejujuran
3. Sanggup mempertinggi prestasi
4. Sanggup menjaga sopan santun
5. Sanggup menguasai diri

Saya menginterpretasikan Sumpah Warga Persatuan bagi anggotanya, sebagai berikut:

1. Sanggup memelihara kepribadian. Apa yang dapat dimaknai dalam kepribadian? Jika diartikan secara umum kepribadian adalah pola atau bentuk tingkah laku manusia yang dilandaskan atas sikap dan sifat seseorang. Jika konsep kepribadian menurut Alwisol, 2005: 8-9) meliputi;
1. Character (karakter), yaitu penggambaran tingkah laku dengan menonjolkan nilai (benar-salah, baik-buruk) baik secara eksplisit maupun implisit.
2. Temperament (temperamen), yaitu kepribadian yang berkaitan erat dengan determinan biologis atau fisiologis.
3. Traits (sifat-sifat), yaitu respon yang senada atau sama terhadap sekelompok stimuli (rangsangan / pendorong) yang mirip, berlangsung dalam kurun waktu (relatif) lama.
4. Type attribute (ciri), mirip dengan sifat, namun dalam kelompok stimuli yang lebih terbatas.
5. Habit (kebiasaan), merupakan respon yang sama dan cenderung berulang untuk stimulus {=n. perangsang organisme (bagian tubuh atau reseptor lain) untuk menjadi aktif} yang sama pula.
Konsep-konsep di atas sebenarnya merupakan aspek-aspek atau komponen-komponen kepribadian karena pembicaraan mengenai kepribadian senantiasa mencakup apa saja yang ada di dalamnya, seperti karakter, sifat-sifat, dan lainnya. Interaksi antara berbagai aspek tersebut kemudian terwujud sebagai kepribadian.
Jika kepribadian ditelaah dari sudut pandang menurut olah gerakbadan, terdiri dari pikiran, badan dan semangat. Pikiran lebih mengarah ke gagasan, wawasan, pola pikir. Badan sebagai pelaku gerak, aktivitas. Semangat adalah daya juang menjalani dari hasil gagasan, atau bisa juga daya tahan ketika menghadapi tekanan disaat menjalani laku. Tersirat bahwa dengan olah gerakbadan diharapkan dapat menyeimbangkan antara buah pikiran melalui perkataan selaras dengan perilaku yang dijalani secara berkesinambungan, tanpa berhenti disatu titik pencapaian. Pencapaian menjadi waktu jeda untuk olah rasa dan karsa bagi pelakunya.

Dalam ilmu EQ (Emotional Quotient) dikatakan antara lain, seseorang ber-EQ cerdas harus dapat cepat bangkit dari kegagalan dan bersemangat kembali. Tujuannya adalah agar kita pantang menyerah, menerima kegagalan untuk menghadapi tantangan kehidupan, mampu merubah situasi bencana menjadi keberuntungan, menjadi manusia yang semakin baik. Kesemuanya itu merupakan satu pola: berpikir positif.

2. Sanggup Patuh pada Kejujuran. Kejujuran merupakan sifat positif manusia. Kejujuran bagian dari harga diri seorang manusia yang pantas dijaga karena bernilai tinggi. Kejujuran yang tidak sebatas pengucapan. Kejujuran tidak lepas dari urusan hati. Laku olah gerakbadan mengajarkan secara alami mengolah intuisi pelaku gerak, hingga menyentuh nurani. Hati nurani erat kaitannya dengan kesadaran diri. Dalam artian, seseorang yang mempunya hati nurani berarti ia memiliki kesadaran untuk membedakan antara tindakan yang benar dan salah. Biasanya hati nurani muncul dalam bentuk bisikan halus yang datang dari jiwa paling dalam, hanya sepintas, bersifat jujur dan intuitif (pemahaman sesuatu tanpa penalaran rasional).

Jika dengan diri sendiri saja berbohong, sama seperti berkhianat pada diri sendiri, dan disetiap kebohongan akan selalu ditutupi dengan kebohongan lain. Sampai sejauh mana manusia dapat bertindak bohong? Bagaimana tanggung jawab kita terhadap Sang Pencipta atas kebohongan yang dibuat? Apakah hanya cukup mohon ampun tanpa merubah sikap perbuatan?

Laku olah gerakbadan disetiap geraknya, dapat menjadi interpretasi seseorang untuk selalu merefleksikan dirinya terhadap kejujuran. Jujur pada diri sendiri disaat berlatih di lingkaran latihan. Lingkaran latihan menjadi ruang kejujuran bagi anggotanya.
3. Sanggup Mempertinggi Prestasi. Prestasi adalah pencapaian. Prestasi acapkali hanya dikonotasikan dengan sebuah kompetisi kejuaraan. Perguruan ini mengimpretasikan prestasi tidak hanya diukur dengan tropi, piagam penghargaan atau bentuk lain. Prestasi adalah potensi diri yang ada disetiap orang.
Prestasi dapat digunakan untuk meningkatkan potensi diri, antara lain;
1. Prestasi merupakan wujud nyata kualitas dan kuantitas pribadi
2. Prestasi merupakan laku empiris
3. Prestasi merupakan kebanggaan
4. Prestasi digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan, kecerdasan, dan keterampilan

Di lantai latihan, sampai sejauh mana pencapaian yang sudah diraih? Pun ketika sudah meraih, apakah hanya cukup menjadi cerita dari waktu ke waktu, tanpa pernah meraih pencapaian lain untuk potensi diri?

4. Sanggup Menjaga Sopan Santun. Sikap dan tutur kata harus dijaga, karena itu merupakan suatu faktor seseorang untuk menilai diri kita. Sopan santun berhubungan erat dengan nilai-nilai peradaban kelompok masyarakat tertentu. Anak-anak yang sopan dan hormat, dibesarkan oleh lingkungan yang memberikan mereka kesopanan.

Di era digital dengan kemajuan teknologi memberikan ruang bergesernya sebuah tatanan peradaban. Miris dilihat adanya perilaku budaya yang sudah mulai luntur, karena teknologi gadget yang berkembang begitu cepat menghipnotis individu hingga menyasar ke masyarakat luas. Penggunaan media sosial menjadi bumerang, karena lebih akrab di dunia maya daripada dunia nyata.

Di lantai latihan, disaat bertemu, saat memulai latihan, praktik gerak berpasangan hingga mengakhiri latihan sampai berpisah, perguruan memberikan etika bersikap dan bertutur kata dengan salam soja. Seandainya disemua lingkup kehidupan saling menghormati antar individu niscaya kepribadian tidak akan terpuruk ditelan teknologi.

5. Sanggup Menguasai Diri. Mampu mengendalikan dan mengontrol diri, sejauh mana menjadikan ruang dan waktu merefleksikan diri ke dalam interpersonal. Peleburan ke-4 poin diatas menjadi satu kesatuan dalam daya olah pikir, bertutur kata, bersikap dalam hidup dan berkehidupan yang lebih baik.

Di dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari terdapat nilai dan norma yang berlaku secara umum serta harus kita hormati dan jalankan sebagai warga masyarakat yang baik. Kearifan budaya perguruan PGB Bangau Putih yang meniti jalur melalui olah gerakbadan, mengajak anggotanya menjadi pribadi yang unggul secara olah pikir, olah badan dan olah semangat. Semoga. (An)

Tetap berlatih, walau ruang waktu sempit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.