Berlatih Keterampilan

Posted: August 27, 2014 in Aktifitas

Salah satu metode pelatihan di PGB Bangau Putih adalah pelatihan ‘keterampilan’ yang diperkenalkan pada anggotanya pada awal tiap sesi latihan. Misalnya gulingan depan, gulingan samping, dan gulingan belakang. Mengapa harus dipelajari? Karena hal ini penting dari sisi kesehatan, silahkan lihat detail tentang badan kita, baik mengenai kesehatan tulang, otot, dan saraf. Dari bagian tersebut masih terbagi atas berbagai macam jenis dan fungsinya. Namun pada kesempatan ini tentunya saya tidak mungkin menulis secara rinci baik mengenai tulang, otot maupun saraf. Sudah pasti di sisi ilmu kesehatan (baca: kedokteran) akan lebih terperinci dan lebih dipercaya sumbernya. (Maklum saya tidak belajar khusus tentang anatomi tubuh).

Kita kembali ke sisi gerak. Secara individu pelaku olah gerak di PGB Bangau Putih akan mengalami sekaligus beradaptasi dengan berbagai macam olah gerak keterampilan yang ada. Untuk itu, seorang pelaku gerak sebelum memasuki latihan pada tingkat apa pun pasti akan diperkenalkan dan sekaligus mengalami jenis-jenis jatuhan, gulingan, dan lainnya. Pada tahap latihan keterampilan ini, ketika murid berlatih disarankan untuk tidak bercanda atau main-main. Pelaku harus menyadari jika berlatih jatuhan juga harus belajar (berani) jatuh, atau jika berlatih gulingan juga tentu saja harus dengan berguling bukan membanting diri. Berolah gerak dengan penyadaran tersebut, pada tahap awal, akan membantu pelaku untuk belajar mengaktualisasikan diri, demi pencapaian kualitas olah gerak badannya dan supaya terhindar dari cedera. Hal ini disebabkan karena bagaimana pun sisi pelatihan keterampilan akan membentuk murid secara fisik dan stamina menjadi lebih kuat dibanding dengan murid yang jarang melakukan olah gerak keterampilan. Setelah melalui tahap mengenal selanjutnya adalah tahap pengolahan.

OLAH TUBUH

Jika kita simak maka bagian-bagian tubuh terbagi atas 3 bagian besar yaitu kepala, badan, dan kaki. Metode pelatihan keterampilan gulingan depan diperuntukkan mengolah badan bagian belakang. Kenapa begitu? Dengan sikap berguling seperti layaknya sebuah bola maka punggung akan berguling dan dengan sendirinya akan bersinggungan langsung dengan lantai latihan. Apalagi di bagian punggung terdapat susunan saraf tulang belakang sebagai sumber saraf bagi badan manusia. Gerak keterampilan pastinya juga berhubungan dengan sisi kesehatan. Secara logika, badan yang terolah dengan badan yang tidak diolah akan berbeda tingkat kesehatannya.

Seorang murid setelah mendapatkan sebuah gerak keterampilan dapat juga melatih sendiri gerak tersebut. Dengan lebih sering melatih akan mendapatkan irama gerak tubuh secara nyata sehingga tanpa disadari akan timbul gerak refleks pada tubuh. Semisal melatih gulingan depan atau yang sekarang lebih akrab disebut gerak jalan pendek ‘macan tutul berguling’. Pada tahap pengolahan, bagaimana tubuh sampai pada tahap melupakan pikiran untuk tiap anggota badannya ketika akan bergerak. Di saat pikiran menginginkan gerak tersebut (gulingan depan) secara spontan badan akan merefleksikan diri pada tangan, kepala, bahu, punggung dan kaki; dan semua itu akan diperoleh pada saat melatih gerak yang berulang-ulang.

Apakah gerak tersebut dapat membantu seseorang saat mengalami sakit tertentu?

Dengan melakukan olah tubuh seseorang dapat mengenal badannya sendiri, mendiagnosa badannya bahkan menyembuhkan keluhan badaniah tanpa obat-obatan. Atau setidaknya, olah tubuh yang dijalani dapat menjadi sikap sedia payung sebelum hujan; menjaga sebelum mengobati.

Hampir semua pelaku gerak di perguruan mengalami mual-mual dan pusing setelah berlatih gulingan depan. Mengapa demikian? Wajar saja, tubuh yang seakan-akan diaduk berulang-ulang akan menimbulkan kontraksi pada bagian perut. Hal ini akan lebih cepat terjadi jika pelaku jarang berolahraga atau terlalu banyak racun di dalam tubuhnya. Maklum,perut sering kita anggap sebagai ‘gudang sampah’ karena semua makanan yang kita pilih tertelan dan tertampung di lambung. Namun, seringnya berlatih akan berangsur-angsur memperbaiki sistem metabolisme di badan kita.

 

Mengenai pertanyaan apakah bisa membantu ketika ada keluhan penyakit tertentu, bisa dikatakan ya. Sebut saja salah satunya tekanan darah tinggi. Tentu saja ini memerlukan proses. Olah tubuh tidak mengajarkan perilaku bersikap dan berpikir instan. Dengan bergulingnya badan ke depan akan mengolah peredaran darah belakang sehingga meningkatkan penyerapan kadar oksigen ke otak. Sementara di bagian punggung akan serasa dipijit sehingga dapat memperlancar peredaran darah dan menyehatkan fungsi syaraf-syaraf.  Jika di punggung terdapat sumber syaraf, seperti kawat-kawat elektrik yang mengangkut informasi dari otak ke seluruh tubuh dan sebaliknya, sehingga terdistribusi ke seluruh tubuh. Ini saya cuplikan dari artikel kedokteran di ranah maya http://totalkesehatananda.com .

 

  • Syaraf-syaraf Motor (efferent) mengangkut informasi dari otak keluar ke tubuh. Ini mengizinkan otak untuk mengirim perintah-perintah ke berbagai organ-organ tubuh. Contohnya, perintah-perintah ini dikirim ke otot-otot menyebabkan mereka untuk berkontraksi dan bergerak, atau mengirim informasi ke jantung untuk berdenyut lebih cepat atau lebih perlahan.

 

  • Syaraf-syaraf Sensory (afferent) mengirim informasi dari tubuh balik ke otak untuk pemrosesan, termasuk informasi tentang nyeri, sentuhan, rasa, temperatur, atau sensasi-sensasi lain.

 

Informasi berjalan sepanjang syaraf dengan sinyal electrochemical, banyak seperti informasi yang berjalan sepanjang kawat elektrik. Ketika syaraf terjepit, sinyal terputus di suatu tempat sepanjang jalurnya.

 

Nah….., apakah kita ingin mengalami syaraf kejepit? Semoga tidak.

 

“Tetap berlatih walau ruang dan waktu sempit” (An)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s