Puisi ‘Senandung Lirih’

Posted: October 21, 2013 in Umum

Senandung Lirih

Semerbak mewangi bunga di taman,
Membawa suasana hati yang nyaman,
Kicauan burung mengiringi keraguanku,
Kembali ataukah berlalu……

Senandung lirih itu mengirim anganku kembali ke rumah tua,
Halaman rumah terhampar rumput liar yang bergoyang tertiup angin,
Bagaimana akan menolak ajakan?
Jika rasa rindu di penghujung angan.

Lirih kudengar bisikan,
‘Sediakan waktu untuk dirimu’,
‘Waktu yang tak berujung’,
‘Sampai sejauh mana akan melepas penat?’

Inilah jalan yang kutempuh, tak peduli seberapa lama,
Kaki akan menuntunku, kemana akan melangkah.
Kapan kau akan mengerti bukanlah menjadi takaran,
Hidup tak selayaknya ditimbang dengan pengertian.

Menjalani hidup dengan nurani,
Menjalani hidup dengan apa adanya,
Menjalani hidup tanpa intervensi pikiran,
Menjalani hidup sebagai kawula Gusti.

(Bogor | 20 Okt 2013)

Posted by antosilat from WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s