Beladiri di Usia Anak-Anak

Posted: September 27, 2013 in Umum
Tags: ,

martial art for kids

beladiri (photo by kurnia_setiawan)

Tepatkah beladiri diperkenalkan di usia anak-anak? Apakah tidak berbahaya? Kapan usia anak berlatih bela diri? Begitulah kira-kira pertanyaan yang sering dijumpai.

Beladiri untuk anak, kenapa tidak? Di usia 6 tahun bisa menjadi tahap awal mengenalkan anak pada pelatihan beladiri, jika memang ada kelas khusus anak-anak.

Pada awalnya banyak anak-anak yang mengikuti pelatihan berawal dari bujukan dari orang tuanya, namun setelah anak merasakan manfaat latihan, justru anak yang mengajak orangtuanya untuk mengantarkan ke tempat latihan. Juga banyak yang mengikuti pelatihan karena teman-teman sekolahnya.

Justru dari aktivitas tersebut, anak akan mendapatkan banyak manfaat. Beberapa manfaat berlatih bela diri bagi anak-anak s/d remaja, antara lain:

1. Meningkatkan Kedisiplinan dan Komitmen

Salah satunya adalah anak harus disiplin. Ia harus datang tepat waktu, mengikuti instruksi pelatih, harus memakai seragam, tidak boleh bermain-main, harus bekerja sama dengan siswa, saling menghormati, tidak boleh menggunakan kemampuan dengan sembarangan, menolong sesama, dan sebagainya.

Latihan seperti ini akan menguatkan serta meningkatkan kedisiplinan dan komitmen anak. Tak mustahil anak juga akan menerapkan disiplin dan komitmen pada hal lain, seperti mengerjakan tugas sekolah, belajar di rumah, datang tepat waktu ke sekolah, menghormati teman, dan lainnya.

2. Media Kemandirian sebagai Penyeimbang Sisi Teknologi

Dunia anak-anak yang sekarang ini jauh melebihi kehidupan 20 tahun bahkan 10 tahun yang lalu, dimana peran teknologi informatika lebih dikedepankan namun bisa tidak terkontrol apabila tidak ada penyeimbang oleh kegiatan gerak. Banyak anak-anak sekarang lebih asyik bermain dengan gadget, playstation, game komputer sehingga daya gerak menjadi berkurang, mudah lelah. Bisa diingatkan pada anak-anak, bahwa dunia mereka tidak selebar monitor TV, dorong mereka agar tidak menjadi anak yang asyik dengan diri sendiri.

Sisi pembelajaran olah gerak tubuh dapat menjadi salah satu jalan keluarnya. Melalui kepelatihan silat beladiri PGB ini, banyak orangtua berpendapat bahwa setelah anak-anaknya mengikuti latihan menjadi tidak mudah sakit, meningkat kepercayaan dirinya, tidak menjadi cengeng.

3. Melatih Mental

Pelatihan silat beladiri di PGB Bangau Putih, memberikan metode pelatihan yang dapat disesuaikan pada kondisi anggotanya, sehingga pada usia anak pun harus menghadapi segala sesuatu dengan segenap kemampuannya; bagaimana harus memelihara kepribadiannya, patuh pada kejujuran, mempertinggi prestasi, menjaga sopan santun, menguasai diri. Sistem pelatihan silat beladiri tidak hanya melatih jurus-jurus tetapi juga mentalnya.

Di lingkaran latihan setelah usai berlatih, pelatih akan mengajak muridnya untuk berdialog, dan pelatih juga mengingatkan murid-muridnya sesuai sumpah warga persatuan yang selalu diucapkan pada setiap lingkaran bukaan agar diterapkan di setiap harinya, penjelasan bagaimana bersikap terutama kepada orang yang lebih tua, bagaimana menyemangati diri sendiri, dan lain-lain.

4. Sehat dan Bugar

Olah gerak tubuh yang secara teratur digerakkan secara periodik akan meningkatkan tingkat kebugaran, karena otot-otot lebih terlatih untuk bergerak, tidak kaku, dan tidak mudah cidera. Dengan begitu, sistem metabolisme tubuhpun dapat bekerja lebih baik yang membuat daya tahan tubuh meningkat, sehingga anak tidak mudah sakit. Jika sakitpun, tubuhnya akan memberikan daya sembuh yang lebih cepat dari anak yang tidak pernah berlatih.

5. Motorik Lebih Kuat

Gerakan-gerakan peregangan sebagai tahap awal berlatih agar mendapatkan tingkat kelenturan otot dan mengurangi cidera otot. Dengan gerakan-gerakan jalan pendek yang ada di standard gerak seperti bergeser, memukul, menendang, menangkis, melompat, berputar akan melatih syaraf motorik di tubuh anak, sehingga disetiap materi pelatihan menjadi bagian yang penting dalam metode pelatihan silat beladiri PGB Bangau Putih.

Semua gerakan tersebut dapat melatih syaraf motorik anak menjadi lebih kuat, cekatan, cepat dan tangkas. Perbedaan yang nyata bagi anak yang berlatih beladiri dengan yang tidak berlatih beladiri.

6. Meningkatkan Kemampuan Bersosialisasi

Di tempat latihan beladiri anak-anak akan bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang; ada pelatih, siswa lain, pengurus, bahkan orangtua dari teman. Dengan begitu interaksi anak jadi lebih terbuka sehingga ia bisa memanfaatkannya untuk meningkatkan kemampuan bersosialisasinya. Membangun keberaniannya sehingga mampu bersosialisasi dengan baik.

 

Posted by antosilat from WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s