Gerak Jalan Pendek

Posted: September 6, 2013 in Berlatih Silat
Tags: , , , , , , ,

batu

Perguruan silat PGB Bangau Putih telah beberapa kali membuat perubahan standard gerak bagi anggota. Standard-standard gerak baru dibuat untuk menyesuaikan kondisi zaman.

Penulis pun tak luput dari perubahan tersebut pada tahun 1993 dan 2012. Standard gerak pertama saat masing-masing peringkat memiliki 18 jalan pendek. Pada periode sebelumnya, malah ada beberapa peringkat sabuk yang memiliki 36 macam gerak jalan pendek. Bayangkan jika tiap-tiap peringkat memiliki jalan pendek sebanyak 36 macam di era sekarang ini, dengan kondisi masyarakat yang terbiasa dengan hal-hal yang instan, apa masih dapat dijalani?

Apa itu jalan pendek?

Istilah jalan pendek, mungkin bisa diartikan bahwa bentuk gerakan yang sepotong, dan harus dilatih dengan kedua sisi anggota badan. Kanan dan kiri bergantian, baik itu gerakan maju atau ada gerakan yang mundur.

Materi jalan pendek merupakan pembelajaran untuk beladiri dan kesehatan. Pada metode standardisasi lama nama gerakan lebih mengacu pada detail gerak, seperti “tangkis pukul” yang sangat mudah dibaca (dan memperkirakan bentuk gerakan seperti apa) namun pada tahun 2012 sudah diubah dan disosialisasikan dengan menggunakan nama yang lebih puitis; “Memukul angin”, “Gelombang Menggempur Pantai”, “Menyusup Barisan”, dan lain sebagainya. Murid-murid yang lupa atau belum tahu nama gerakan pasti tidak bisa mengira-ira bentuk gerakan tersebut seperti apa sehingga bentuk gerakan akan lebih terjaga.

pa toan

Latihan gerak jalan pendek

Dengan menggerakkan jalan pendek, para murid dilatih untuk mengkoordinasikan gerak motorik. Pengolahan gerak jalan pendek pada sisi kanan dan kiri tubuh berarti akan mengolah sisi otak kanan dan otak kiri. Dari berbagai bentuk olah gerak tubuh tersebut diharapkan peserta didik dapat mengenal anggota badannya sesuai dengan kapasitas maupun fungsinya. Misalnya, bagaimana menggunakan lengan untuk memukul, setidaknya cukup lengan yang disodorkan ke depan, tidak perlu dengan badan condong ke depan. Atau jika ingin menendang cukup mengangkat kaki tidak perlu anggota badan lain yang bergerak.

Pemberian nama pada tiap gerakan jalan pendek membuat peserta didik akan mengolah “mind” dan “body” secara berkesinambungan. Sehingga tidak sekadar menghapal nomor gerakan di sabuk, tetapi lebih mengkondisikan gerakan tersebut secara aktual dan tanpa dibuat-buat. Hasilnya, para murid dapat lebih mencerna gerakan dan bergerak dengan lebih fokus.

 

“Tetap berlatih walau ruang dan waktu sempit”

 

Posted by antosilat from WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s