Ambilan

Posted: August 30, 2013 in Berlatih Silat
Tags: , , , , , , , ,

Ambilan

Setiap perilaku adalah suatu proses yang bergetar, yang tumbuh dan berkembang serta membusuk selaras dengan prinsip tunggal. Sebuah pengajaran tentang filsafat seni kehidupan dalam menguasai lawan tanpa merendahkan, tanpa menyakiti, tanpa melukai lawan. Ajaran cinta kasih di perguruan yang memotivasi murid untuk saling mengasihi dalam konteks berlatih, bahwa di lantai latihan, “lawan” adalah saudara seperguruan yang bersama mempelajari ilmu gerak olah tubuh. Lawan sebenarnya adalah keinginan diri untuk menjatuhkan secara fisik. Penguasaan diri terhadap emosi bergejolak antara berhasil dan gagal dalam hasil yang diperoleh.

AmbilanBagi murid-murid di perguruan silat PGB Bangau Putih tentu tidak asing lagi dengan istilah materi latihan ambilan, kuncian maupun bantingan. Ambilan adalah suatu bentuk pelatihan untuk saling belajar menjatuhkan lawan. Dalam metode bagaimana murid menempatkan dirinya dalam posisi ketika lawan menyerang dan bagaimana menjatuhkannya. Secara tehnis, ambilan yang menjadi bagian dari pembelajaran olah gerak ini memerlukan pasangan untuk berlatih. Menjadi sebuah diskusi, tanya jawab, saling memberi dan menerima berbalasan dalam olah gerak tubuh.

Satu hal yang pasti diberikan sebelum murid diijinkan untuk melakukan gerak berpasangan ambilan, jika tehnik jatuhan murid sudah lancar yang secara pasif dilakukan seorang murid dalam pelatihan keterampilan, lalu pelatih mencoba untuk menjatuhkan murid dengan tetap menjaga kepala dan kenyamanan berlatih murid, sehingga murid akan mendapatkan kepercayaan diri untuk jatuh, daya reflek di badan, terutama agar kepala tidak terbentur ke lantai latihan.

Pembelajaran untuk saling bersikap jujur. Jujur pada rasa saat berlatih, maksudnya jika yang menyerang (A) sudah dalam posisi dirubah oleh yang melakukan ambilan (B), A tidak harus bersikap memaksa untuk tidak mau jatuh, dan A juga tidak harus berpura-pura jatuh jika memang tidak jatuh tanpa berubah posisinya. A dan B saling mengisi untuk belajar ambilan dan jatuhan. Sedang bagi B belajar menghindari unsur pemaksaan saat menjatuhkan lawan. Belajar meruang, berarti mengenal bagaimana posisi saat akan melakukan ambilan tersebut.

Bentuk ambilan dapat berupa besetan, sapuan, congkelan, bantingan, kuncian. Bentuk ambilan disesuaikan dengan tingkatan sabuk ataupun jam terbang latihan, karena akan membutuhkan waktu untuk proses mengalami melakukannya.

Dari yang rumit menjadi sederhana. Metode pembelajaran berlatih yang meliputi; posisi, feeling (rasa), timing (ketepatan waktu), penggunaan gerak, dan mental. Kelima hal tersebut menjadi panca dasar tahap pembelajaran dalam ilmu gerak di perguruan silat persatuan gerak badan (PGB) Bangau Putih, pada pembelajaran terutama untuk ambilan dan tui cu (latihan sparring PGB).

Tingkatan ambilan:
Secara standarisasi, murid akan mendapatkan tehnik ambilan 2-3 macam di setiap tingkatan sabuknya.

Manfaat yang dapat diambil dari proses pembelajaran ambilan ini, antara lain;

  1. Ketenangan
  2. Kemantapan
  3. Keberanian
  4. Keseimbangan
  5. Disiplin

Ketenangan, secara kognitif ketenangan tidak bisa diajarkan, hanya bisa dilakukan pelaku dalam menyikapi kondisi. Sangat mungkin ketenangan adalah bagian dari relatifitas gerak. Sampai sejauh mana seseorang dapat mengkondisikan dirinya ketika menghadapi suatu keadaan yang terjadi dengan tiba-tiba /dadakan, sisi psikologi berpengaruh dalam laku gerak ambilan ini. Ketenangan bersifat nyata apa adanya, tanpa dibuat-buat.

Kemantapan, seperti halnya ketenangan, kemantapan hanya bisa diperoleh dengan laku yang berulang-ulang, sehingga polaritas akan terbentuk. Sisi kemantapan dalam berlatih ambilan ketika si pelaku hanya menggunakan tenaga seminimal mungkin untuk menjatuhkan, dan si lawan tidak mendapatkan cidera.

Keberanian, satu hal yang diperoleh pelaku gerak adalah menghadapi kenyataan mengenai masalah yang ada. “Tak ada kuda-kuda yang tak bisa dijatuhkan,” adalah sepenggal puisi dari alm. Suhu Subur Rahardja, pendiri Perguruan PGB Bangau Putih. Juga mengisyaratkan bahwa permasalahan harus dihadapi bukan dihindari atau lari dari masalah. Semakin menghindar atau lari, permasalahan akan mengikuti kita. Secara tehnis, tak perlu takut atau minder ketika berhadapan dengan lawan yang tinggi besar, jika secara tehnis belum mencukupi untuk menjatuhkan akan lebih nyaman jika si pelaku belajar ‘feeling’ tenaga dan posisi dari lawan.

Keseimbangan, sebelum merubah keseimbangan lawan dengan melakukan gerakan merubah posisinya, sewajarnya juga harus merasakan keseimbangan diri sendiri. Bagaimana bisa merubah posisi keseimbangan lawan jika posisi sendiri masih belum seimbang? Belajar mengkondisikan diri melalui tahap bagaimana bersikap siap menerima serangan.

Disiplin, bahwa perguruan ini mendisiplinkan muridnya dari melalui olah gerak mind-body-spirit. Ujar-ujar mendiang alm. Suhu Subur Rahardja, “Jangan Yakin akan Maju, Harus Yakin akan Disiplin.” Kalimat yang sarat dengan makna.

Pendisiplinan laku hidup keseharian tentang bagaimana menjalani suatu proses hidup dan kehidupan. Jika tak diikuti dengan penyadaran diri dalam gerak tidak mungkin tercapai tahap pencapaian “maju” secara prestasi sesuai yang diinginkan. Pembelajaran mengenai tidak adanya proses yang instan dalam kehidupan ini.

Lalu pertanyaannya, “sampai sejauh mana kedisiplinan diri dalam hidup, di ruang latihan?”, “bagaimana mengimplementasikan sisi ambilan dalam kehidupan nyata?”

= tetap berlatih, walau ruang dan waktu sempit =

 

Posted by antosilat from WordPress for BlackBerry.

Comments
  1. Nath du Silat says:

    Explanation very clear! Very pertinent!! TY for this sharing of experience.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s