Momentum

Posted: July 19, 2013 in Momentum
Tags: , , , , ,

Red Candle

 

Salam Perguruan,

Kini berbahagialah diri ini, hari ini yang telah menjangkau waktu dua dasawarsa sebagai praktisi silat PGB Bangau Putih. Di rumah tua Kebon Jukut no.1, Sukasari, Bogor yang menjadi saksi sebagai tempat belajar silat dan kehidupan. Sebagai kawah candradimuka bagi diri sendiri. Belajar memaknai silat dan kehidupan itu sendiri. Silat sebagai jalan hidup. Silat sebagai pengurai dan jalan keluar ketika menghadapi permasalahan hidup.

Jadi ingat saat membaca dan menyimak sajak dari (alm) WS Rendra, yang juga senior di perguruan:

“Hidup Tidaklah untuk Mengeluh dan Mengaduh.”

Hidup tidaklah untuk mengeluh dan mengaduh.
Hidup adalah untuk mengolah hidup.
Bekerja membalik tanah.
Memasuki rahasia langit dan samodra.
Serta mencipta dan mengukir dunia.

Kita menyandang tugas.
Karena tugas adalah tugas.
Bukan demi sorga atau neraka.
Tapi demi kehormatan manusia.
Karena sesungguhnyalah kita bukan debu.
Meski kita sudah reyot, tua renta dan kelabu.

Kita adalah kepribadian.
Dan harga kita adalah kehormatan kita.
Tolehlah lagi ke belakang.
Ke masa silam yang tak seorang pun kuasa menghapusnya
—*

Silat memang menyiratkan pada bagaimana kita harus menyikapi hidup ini. Kehidupan yang semakin dipadati oleh ke-instan-an, dicipta untuk saling mengkonsumsi yang tiada batas. Dan terjebak untuk tetap mengkonsumsi jika tanpa ada batasan. Dan batasan itu seharusnya dicipta oleh diri sendiri.

Suatu ketika bersama sdr. Jimmi, bersilaturahmi di bengkel teater, Depok, bertemu langsung dengan alm. Mas Willi, biasa kami menyapa akrab, beliau menyempatkan bercerita tentang hidup dan kehidupan. Sepenggal kata-kata beliau yang masih teringat, “ketika kamu jadi batu, jadilah batu yang berlumut.” Saat ditanya, maksudnya apa mas? Beliau hanya tersenyum, nanti kamu akan dapatkan jawaban itu. Waduh….???

Kata-kata mutiara seolah menjadi inspirasi untuk memotivasi diri, agar senantiasa terus menata diri. Bagaimana harus mengolah diri agar tetap berproses, mengasah diri agar tetap up to date, agar bisa beradaptasi tanpa harus menanggalkan harga diri. Dan di silat ini, mengajarkan untuk berbenah, agar tidak posesif terhadap ruang dan waktu.

Nah, terus silat kamu itu mau dibawa kemana bung? Apa juga mau mengupas rahasia silat juga? Terus sampai kapan?

Dan pertanyaan itu memang berasal dari dalam diri juga, bukan karena terprovokasi atau iri melihat keberhasilan teman dari sisi finansial. Tidak sama sekali. Dan pertanyaan tersebut berhasil ditepiskan, ketika silat menjadi pilihan hidupku. Menjalani kehidupan dengan silat. Memang silat disini tidak hanya berkisah di lantai latihan. Lantai latihan sebagai miniatur kehidupan. Bagaimana ketika tui cu seperti bagaimana harus berdialog dan interaksi pada orang lain. Bagaimana ketika ambilan seperti kita harus mengatur posisi dan belajar mengambil keputusan dengan tetap mengacu pada etika bermasyarakat. Bagaimana ketika berproses gerak jalan pendek seperti bagaimana harus mengetahui setiap langkah demi langkah untuk menjaga dan mengenal posisi dimana kita bergerak. Bagaimana ketika berlatih gerak jalan panjang seperti menyelami polemik kehidupan di dalam diri. Dan mungkin masih banyak lagi dari sisi yang lain.

Semoga masih tetap bisa berkarya, belajar berlaku sebagai “akar”.

Sungkem bagi ibunda dan keluarga tercinta di Jogja yang mendukung pilihan ini.

Terima kasih, hormat dan salam soja pada Guru Besar Gunawan Rahardja yang selalu membimbing dan bersedia menjadi curhat bagi murid-muridnya.

Doa teruntuk Suhu Subur Rahardja, yang telah mewariskan ilmunya melalui masyarakat dan kebudayaan. Semoga selalu dalam damai yang abadi di sisi Tuhan YME.

Ya Allah, ajari diri ini untuk selalu bersyukur di setiap ruang dan waktu-Mu.

Amin Yaa Robbal ‘alamiin

 

 

Posted by antosilat from WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s