Jurus Ular

Posted: July 16, 2013 in Berlatih Silat
Tags: , , , ,

snake.jpg

Pada kesempatan ini, penulis ingin berbagi tulisan mengenai gerak jalan panjang ular. Semoga awal tulisan ini dapat dilengkapi diwaktu yang akan datang, karena masih banyak yang belum ditulis.

Sebelum diberikan jurus ular pasti siswa sudah berlatih dan berolah gerak dasar jurus ular. Berbagai macam olah gerak gulingan ular, bentuk tangan, geseran, jatuhan. Satu per satu dilatih secara rutin, tidak perlu berlama-lama, cukup 10 menit setiap hari.

Gerak jurus yang biasa kami sebut jalan panjang, adalah salah satunya jalan panjang ular. Gerak berunsur /elemen tanah ini membawa sifat keberanian dan was-was. Gerak diberikan jika murid sudah mencukupi secara standard gerak. Minimal sudah berlatih 3 tahun. Diperlukan kelenturan gerak pada anggota badan terutama ketika berguling. Jika dilakukan secara rutin, akan mengolah metabolisma tubuh dibagian organ lambung dan memperkuat pinggang.

Terkadang pelaku gerak ini, akan mendapatkan efek olah gerak berupa cuci perut, mencret-mencret, panas-dingin karena pengolahan gerak gulingan dan putaran pinggang serta sapuan ekor ular selama proses berlatih. Mengapa disebutkan ‘terkadang’, karena pengolahan di gerak ini bukan menjadi ukuran harus sama persis dengan yang dialami oleh orang lain. Tingkat pengolahan sendiri juga tergantung sampai sejauh mana berlatih; berapa lama berlatih dan metode pelatihan, juga mengenai psikologis dan fisik pelatihan itu sendiri. Benar-benar sangat personal.

Mungkin bisa jadi benar, kenapa di pengolahan gerak jalan panjang tidak bisa dilakukan bersamaan. bukan karena takut dicontek cara berlatihnya atau bagaimana? Tetapi siswa harus menyediakan waktu berlatih intensif untuk dirinya sendiri. Siswa berlatih pada ruang dan waktunya sendiri. Karena pengolahan gerak bersifat personal, hanya yang benar-benar faham dan tahu gerak jalan panjang, tentang irama gerak dan tenaganya yang bisa menjelaskan atau setidaknya pernah mengolah gerakan secara detail. Bagaimana harus bergerak, bukan diinterpretasikan sebagai aplikasi gerak.

Tradisi di perguruan ini, jika siswa sudah melewati tahap proses dan pengolahan, dinilai cukup oleh seniornya maka ia akan mendapatkan gerak jalan panjang yang lain yang masih satu unsur. Tapi…., itu semua juga kembali pada siswa untuk terus berproses. Memberikan atau menerima gerakan sebagai tradisi perguruan.

Selama 1 tahun proses ilmu gerak ular ganti kulit baru selesai diterima. Bayangkan saja, 1 tahun baru menyelesaikan rangkain gerak jurus. Walau tiap hari berlatih. Begitu selesai jurus tersebut, semakin bersemangat untuk melatihnya. Gerak yang berulang-ulang dan anehnya kenapa tidak bosan berlatih gerak yang itu saja. Sampai suatu ketika, di rumah perguruan ada seekor ular yang dipelihara dan sedang proses ganti kulit. Saat itu sedang makan siang, baru juga sesuap masuk ke mulut. Guru memanggil dan bertanya: “Sedang apa?”, Dijawab: “Sedang makan guru”. Guru meneruskan, ambil piring dan makanlah di depan akuarium, perhatikan apa yang sedang terjadi.
Tanpa banyak bertanya, langsung menjawab, ya. Sembari berjalan, masih berpikir ada apa di dalam akuarium? Aaa…ya, ada ular !!! Mulailah mencari tempat yang nyaman buat duduk dan makan, sambil mengamati ular tsb. Ada apa??? 10 menit tanpa bergerak ular tersebut.

Tak berapa lama, ular tersebut berguling, hanya memperhatikan saja. Kenapa ular itu berguling? Biasanya bergeser badannya? Penasaran…., mendekatlah di dekat akuarium, biar lebih jelas apa yang dilakukan. Ternyata sedikit bagian kulit yang terkelupas. Oo….yaa !!! Ular tersebut mau ganti kulit. Tapi cuma sebentar terus diam lagi. Sambil menunggu ular bergerak, mata saya mencari sekeliling apakah ada yang bisa buat bantu ular tersebut. Dan tertuju pada cabang ranting pohon di bawah pohon mangga, diambilah untuk dimasukkan pelan-pelan ke akuarium. Kepala ular tsb langsung naik, dan menjulurkan lidahnya. Tak lama kemudian ular tsb mulai mendekat ranting, meliukan tubuhnya, gerakan lambat tapi bergerak. Pelan dan pasti bagaimana ular tersebut bergerak. Momentum berguling, momentum bergeser, detail pergerakan di tubuh sangat nyata dan jelas terlihat.

Tak terasa makanan di piring sudah habis, sampai tak tahu kapan habisnya. Tapi ular tersebut belum juga selesai bergerak. Sembari mata mengamati, tapi pikiran mencoba mencari-cari, apa hubungan dengan gerakan ular yang sering dilatih ??? Oo…ooo…dapatlah jawabannya, bahwa ketika berlatih masih terburu-buru, masih ingin cepat-cepat selesai saat bergerak. Mungkin menjadi tidak menikmati gerakan tersebut. Dan selesailah juga pengamatan pergerakan ular tersebut hampir kira-kira 2 jam. Dan sebelum beranjak dari tempat tersebut, saya hanya bisa tersenyum, terima kasih sudah kasih lihat gerakannya.

Melangkahlah kaki ke dapur buat cuci piring dan minum air putih. Langsung ganti seragam putih-putih, seragam latihan sehari-hari, dan masuk TC. Praktek langsung, selagi masih ingat. Bukaan dan mulai. Poin latihan: berlatih mengatur ritme gulingan dan geseran badan saat di bawah. Waktupun bergulir terus, tak terasa waktu berlatih hampir 3 jam. Cukuplah sekarang, nanti malam atau besok pagi dilanjutkan lagi. Tutupan dan keluar TC. Gerakan ular tsb setiap hari selalu dilatih dan dilatih dengan metode yang sama. Setiap malam selalu review ulang atas proses latihan tsb. Seminggu kemudian baru terasa pada badan, yang tiba-tiba begitu dingin di dalam tapi di luar panas. Wah…kenapa ini??? Ketika sedang BAB lebih kaget lagi…., kenapa ada darah, dan warna dari (maaf) kotoran juga beda, coklat dan hitam!!! Perut berasa seperti dipelintir, dan saat BAB juga tidak perlu mengejan, semuanya lancar saja. Reaksi dari latihan semakin bertambah dengan terasanya kaki, badan dan tangan enteng. Kala kaki mengayun, seolah ingin meninggalkan badan, begitu juga tangan seperti mau lepas dari pundak.

Setelah sekian lama berlatih, masih belum merasa puas, merasa masih dangkal dalam pemahaman gerak ular, mungkin hanya sebatas pengolahan gerak. Apakah masih ada tahap selanjutnya ??? Semoga nantinya akan terjawab di lantai latihan.

Selamat berlatih, tetap semangat.

Salam Perguruan,

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s